makalah sistem informasi intelejen
Makalah
Sistem informasi manajemen
“sistem informasi intelegen”
Dosen
Pak septia lutfi
Di susun oleh
Ferry febrianto
12150376
STIE BANK BPD JATENG
SEMARANG
Daftar isi
·
Kata Pengantar
BAB I
Pendahuluan
·
Latar Belakang
Penulisan Makalah
·
Rumusan Masalah
·
Tujuan Penulisan
Makalah
BAB II
Pembahasan
BAB III
Penutup
·
Kesimpulan
·
Saran
Daftar
Pustaka
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih
dan Maha penyayang. Saya panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya,
yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya bisa menyelesaikan
makalah tentang Sistem Informasi Manajemen guna memenuhi tugas dari Bapak
Septia Lutfi, S.kom, M.kom.
Makalah ini telah saya susun dengan semaksimal
mungkin untuk menambah wawasan tentang Sistem Informasi Manajemen terutama
Sistem Informasi Intelejen.
Terlepas dari semua itu, sepenuhnya saya
menyadari bahwa dalam makalah ini terdapat banyak kekurangan seperti dalam
susunan kata maupun tata bahasanya. Oleh karena itu saya sangat mengharapkan
kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, saya sangat berharap semoga makalah
ini memberikan manfaat dan menambah wawasan kepada pembaca tentang Sistem
Informasi Intelejen.
Semarang,
13 Desember 2017
BAB I
PENDAHULUAN
LATAR
BELAKANG
Intelijen di Indonesia belum sepenuhnya
mendapatkan posisi yang tepat, baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa
dan bernegara. Belum tepatnya posisi intelijen dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara, Beragamnya persepsi masyarakat terhadap intelijen,
tentu saja akan berpengaruh terhadap sikap dan perilakunya aparat intelijen
dalam melaksanakan tugasnya. Sikap dan perilaku masyarakat terhadap intelijen
yang diwujudkan dalam bentuk sinisme, cacian dan cercaan, sehingga bisa kita
jadikan motivasi untuk meluruskan dan menempatkan intelijen pada posisi yang
seharusnya.
Kata intelijen juga sering digunakan untuk
menyebut pelaku pengumpul informasi ini, baik sebuah dinas intelijen maupun
seorang agen. seperti agen 007 James Bond seorang agen intelegen bergerak
secara perorangan.
Untuk mengumpulkan informasi, perlu diingat
bahwa dalam manajemen sekuriti, intelijen merupakan salah satu unsur dalam
sebuah struktur sistem, sehingga sistem adalah bukan pekerjaan individu tetapi
kerjasama team. Dalam melakukan evaluasi atau kajian ulang terhadap sistem yang
tengah berjalan perubahan kebijakan tergantung dari input data atau informasi
aktual dari seorang intelijen.
Sehingga sistem informasi manajemen secara tidak
langsung ikut berperan dalam suatu intelijen, baik dari segi apapun seperti
sumber, subsistemnya, unsur pokok yang terkandung dan lain-lain.
B. RUMUSAN MASALAH
1.
Defisinisi Sistem Informasi Intelejen ?
2.
Sumber dan Unsur Pokok apa saja yang terdapat dalam Sistem Informasi
intelejen ?
3.
Bagaimana contoh penerapan Sistem Infromasi Intelejen ?
4.
Apa keuntungan dari Sistem Infromasi Intelejen ?
BAB II
PEMBAHASAN
Sejarah
sistem informasi intelejen
Abad 20 yang lalu serinng disebut abad informasi
karena kenyataan bahwa informasi sangat penting dalam kehidupan manusia,
termasuk juga dalam kehidupan bisnis.dengan informasi manusia dapat memperoleh
apa yang telah terjadi pada lingkungannya bahkan dari luar lingkungannya.
Informasi dari berbagai unsur perusahaan menjadi perhatian bagi para manajer
perusahaan dalam pelaksanaan transaksi-transaksi yang dilakukan perusahaan.
Tanpa informasi internal maupun informasi eksternal,
sulit bagi para menajer untuk mengambil berbagai keputusan dalam perusahaan.
Informasi internal harus disiapkan sendiri oleh berbagai unsur perusahaan,
sedangkan informasi eksternal diperoleh baik dari alat-alat komunkasi modern
seperti mass-media, alat-alat komunikasi seperti telepon, handphone, TV, atau
dari internet.
Kemajuan alat komunikasi pada melinium ketiga semakin
mempermudah perolehan informasi dari berbagai sumber untuk berbagai kepentingan
terutama dalam berbagai pengambilan keputusan didalam perusahaan, itulah
sebabnya sangat dirasakan pentingnya mengelolah informasi secara terintegrasi
pada setiap organisasi perusahaan. Oleh karena itulah focus utama dari
system informasi manajemen adalah bagaimana mengelolah informasi sebaik-baiknya
agar dapat menjadi alat pembantu bagi setiap manajer dalam pengambilan
keputusan.
System informasi manajemen telah aada jauh sebelum
teknologi informasi yang berbasiskan computer hadir. Akan tetapi dengan adanya computer
sebagai salah satu bentuk revolusi dalam teknologi informasi, computer telah
dengan menakjubkan mampu memproses data secara cepat dan akurat bahkan
menyajikan informasi yang sekiranya dilakukan secara menual tanpa bantuan
computer memerlukan waktu berhari-hari bahkan bermingggu-mingggu
Dalam kenyataannya Peran System Informasi Manajemen
akan lebih terasa bagi perusahaan-perusahaan besar. Bagi
perusahaan-perusahaan besar, kebutuhan untuk mengumpulkan data dan informasi
secara skala besar dan dalam waktu yang cepat lebih dirasakan kepentinganya
berbanding dengan perusahaan-perusahaan menengah apalagi kecil. Oleh karena
itu, dalam aplikasinnnya, suatu perusahaan perlu menimbang-nimbang kepentingan
penggunaan system informasi ini diantaranya berdasarkan dari skala perusahaan,
jumlah tenaga kerja, pola kominikasi serta jaringan perusahaan dalam dunia
bisnis dalam lingkungannya.
Definisi
Sistem Informasi Intelejen
Intelijen (intelligence) adalah informasi yang
dihargai atas ketepatan waktu dan relevansinya, bukan detail dan keakuratannya,
berbeda dengan data, yang berupa informasi yang akurat, atau fakta yang
merupakan informasi yang telah diverifikasi. Intelijen kadang disebut
"data aktif" atau "intelijen aktif", informasi ini biasanya
mengenai rencana, keputusan, dan kegiatan suatu pihak, yang penting untuk
ditindak-lanjuti atau dianggap berharga dari sudut pandang organisasi pengumpul
intelijen. Pada dinas intelijen dan dinas terkait lainnya, intelijen merupakan
data aktif, ditambah dengan proses dan hasil dari pengumpulan dan analisis data
tersebut, yang terbentuk oleh jaringan yang kohesif.
Kata intelijen juga sering digunakan untuk
menyebut pelaku pengumpul informasi ini, baik sebuah dinas intelijen maupun
seorang agen. seperti agen 007 James Bond seorang agen intelegen bergerak
secara perorangan.
Sistem informasi intelijen secara otomatis
bertugas mencari dan menganalisis informasi tentang lingkungan sosial, politik,
hukum, peraturan perundangan dan ekonomi dari satu atau lebih negara disamping
juga tentang kesehatan dan prospek masa depan industri dimana perusahaan
bersangkutan merupakan bagian didalamnya serta juga tentang pesaingnya.
Pengertian
sistem informasi intelegen
Intelijen adalah penciptaan new knowledge dalam
suatu organisasi. Pada dasarnya, penciptaan new
knowledge tersebut tidak bisa lepas dari proses transformasi data menuju
intelijen.
Data
Data adalah potret kejadian atau fakta atas sesuatu hal yang terjadi. Data
dapat merupakan reasoning atas hal yang terjadi pada suatu periode waktu. Data
sebagaimana fakta, belum memiliki arti dan manfaat. Untuk memberikan manfaat
data tersebut harus mengalami proses terlebih dahulu.
Informasi
Informasi adalah kumpulan data yang memiliki hubungan sehingga memberikan
makna. Informasi merupakan bentuk yang telah memberikan manfaat baik dalam arti
positif maupun negatif.
Knowledge
Knowledge
merupakan sesuatu yang lebih luas, lebih dalam, lebih komprehensif dari data
ataupun informasi. Knowledge merupakan gabungan tacit knowledge
dan explicit knowledge. Tacit knowledge berarti
keahlian yang ada pada diri seseorang namun tidak terlihat, sedangkan explicit
knowledge merupakan keahlian yang tertulis atau terdokumentasikan.
Intelijen
Orang awam biasa mengartikan intelijen sebagai operasi militer yang rahasia
atau bahkan sama dengan spionase. Pada dasarnya intelijen adalah proses
penciptaan pengetahuan baru dalam sebuah organisasi. Pengetahuan baru berarti
pengetahuan yang dihasilkan merupakan pengetahuan yang benar-benar baru atau
sebelumnya tidak terdapat dalam invertory pengetahuan yang lama.
Intelijen harus memiliki sifat yaitu memiliki keakuratan yang tinggi, fokus
pada suatu bidang, berdimensi waktu yang sesuai, visi ke depan, dapat
diterapkan dan responsif terhadap kebutuhan manajemen.
Sistem
Informasi Intelijen
Sistem informasi intelijen secara otomatis bertugas
mencari dan menganalisis informasi tentang lingkungan sosial, politik, hukum,
peraturan perundangan dan ekonomi dari satu atau lebih negara disamping juga
tentang kesehatan dan prospek masa depan industri dimana perusahaan
bersangkutan merupakan bagian didalamnya sertajuga tentang pesaingnya.
Sistem
informasi intelijen akan memberikan informasi perencanaan yang para manajer
tidak menerima dari sumber lain.
Sifat-sifat operasi Intelijen
Umumnya operasi
intelijen dilakukan untuk dua kepentingan:
1.
Operasi Taktis
yaitu operasi yang dilakukan untuk mendukung operasi-operasi taktis yang dilakukan dalam jangka waktu dan kegiatan tertentu, umumnya dilakukan oleh angkatan bersenjata dalam operasi operasi militernya.
yaitu operasi yang dilakukan untuk mendukung operasi-operasi taktis yang dilakukan dalam jangka waktu dan kegiatan tertentu, umumnya dilakukan oleh angkatan bersenjata dalam operasi operasi militernya.
2.
Operasi
Strategis
yakni operasi yang dilakukan dengan mengumpulkan data-data informasi dan kegiatan lain untuk kepentingan strategis umumnya dilakukan dengan jangka panjang.
yakni operasi yang dilakukan dengan mengumpulkan data-data informasi dan kegiatan lain untuk kepentingan strategis umumnya dilakukan dengan jangka panjang.
Badan intelijen
Umumnya setiap
negara memiliki badan-badan atau lembaga intelijen intelijen baik yang berdiri
sendiri ataupun dibawah institusi lain. Ada badan intelijen yang keberadaannya
diketahui publik atau bahkan rahasia.
Sistem
penunjang keputusan intelejen
Sebagai tambahan terhadap sistem penunjang
keputusan yang tradisional, teknik-teknik yang dikembangkan dalam intelijen
buatan (artificial intelligence) telah diadopsi untuk membuat sistem
penunjang keputusan yang intelijen. Sistem ini melibatkan sistem pakar berbasis
aturan (rule-based) atau sistem intelijen dengan menggunakan logika fuzzy,
Jaringan syaraf tiruan dan algoritma genetika. Turban (2005) mendefinisikan
Sistem Penunjang Keputusan Intelijen sebagai SPK yang melibatkan satu atau
lebih dari komponen-komponen suatu sistem pakar atau artificial intelligence
technology. Dengan komponen-komponen tersebut Sistem Penunjang Keputusan
menjadi lebih baik atau lebih intelijen.
Seperti halnya sistem yang lain, sistem pakar dan SPK juga memiliki kelebihan dan kelemahan. Salah satu kelemahan SPK yaitu SPK hanya berfungsi secara pasif dalam interaksi manusia – komputer. SPK mengeksekusi perhitungan, menampilkan data dan merespon perintah standar, namun tidak dapat berfungsi sebagai asisten intelijen terhadap pengambil keputusan. Sedangkan sistem pakar, memiliki kecerdasan pada ranah yang jelas. Oleh karena itu, integrasi antara sistem pakar dan SPK akan menghasilkan suatu sinergi yang dapat mengatasi kelemahan dalam sistem pakar dan SPK (Turban 1990; Turban et al. 2006). Hasil yang diperoleh melalui integrasi antara sistem pakar dan SPK lebih baik jika dibandingkan dengan dengan penggunaan sistem pakar atau SPK saja.
Integrasi antara SPK dan sistem pakar (Turban 1990; Turban et al. 2006; Turban et al. 2007) dapat dilakukan dengan 1) sistem pakar dimasukkan ke dalam komponen-komponen SPK, 2) sistem pakar sebagai komponen yang terpisah dari SPK, 3) sistem pakar berbagi dengan proses SPK, 4) sistem pakar memberikan solusi alternatif bagi SPK, dan 5) pendekatan kesatuan (a unified approach). Teng et al. dalam Turban (1990) mengusulkan pendekatan kesatuan untuk mengintegrasikan SPK dan sistem pakar yang dinamakan SPK Intelijen.
SPK Intelijen diklasifikasikan ke dalam dua jenis yaitu SPK aktif dan SPK berevolusi sendiri. SPK aktif atau simbolik merupakan SPK yang dirancangbangun agar dapat mengambil inisiatif dalam pertanyaan dan perintah standar, sedangkan SPK berevolusi sendiri dirancangbangun untuk siaga dalam penggunaan dan secara otomatis beradaptasi dengan kebutuhan pengguna. SPK aktif dapat mengerjakan tugas, memahami domain (seperti terminologi, parameter, dan interaksi), memformulasikan permasalahan, memaparkan permasalahan, menginterpretasikan hasil, dan menjelaskan hasil dan keputusan (Mill 1990 dalam Turban et al. 2006). Dalam mengerjakan tugas-tugas tersebut diperlukan komponen intelijen.
CONTOH KASUS:
Seperti halnya sistem yang lain, sistem pakar dan SPK juga memiliki kelebihan dan kelemahan. Salah satu kelemahan SPK yaitu SPK hanya berfungsi secara pasif dalam interaksi manusia – komputer. SPK mengeksekusi perhitungan, menampilkan data dan merespon perintah standar, namun tidak dapat berfungsi sebagai asisten intelijen terhadap pengambil keputusan. Sedangkan sistem pakar, memiliki kecerdasan pada ranah yang jelas. Oleh karena itu, integrasi antara sistem pakar dan SPK akan menghasilkan suatu sinergi yang dapat mengatasi kelemahan dalam sistem pakar dan SPK (Turban 1990; Turban et al. 2006). Hasil yang diperoleh melalui integrasi antara sistem pakar dan SPK lebih baik jika dibandingkan dengan dengan penggunaan sistem pakar atau SPK saja.
Integrasi antara SPK dan sistem pakar (Turban 1990; Turban et al. 2006; Turban et al. 2007) dapat dilakukan dengan 1) sistem pakar dimasukkan ke dalam komponen-komponen SPK, 2) sistem pakar sebagai komponen yang terpisah dari SPK, 3) sistem pakar berbagi dengan proses SPK, 4) sistem pakar memberikan solusi alternatif bagi SPK, dan 5) pendekatan kesatuan (a unified approach). Teng et al. dalam Turban (1990) mengusulkan pendekatan kesatuan untuk mengintegrasikan SPK dan sistem pakar yang dinamakan SPK Intelijen.
SPK Intelijen diklasifikasikan ke dalam dua jenis yaitu SPK aktif dan SPK berevolusi sendiri. SPK aktif atau simbolik merupakan SPK yang dirancangbangun agar dapat mengambil inisiatif dalam pertanyaan dan perintah standar, sedangkan SPK berevolusi sendiri dirancangbangun untuk siaga dalam penggunaan dan secara otomatis beradaptasi dengan kebutuhan pengguna. SPK aktif dapat mengerjakan tugas, memahami domain (seperti terminologi, parameter, dan interaksi), memformulasikan permasalahan, memaparkan permasalahan, menginterpretasikan hasil, dan menjelaskan hasil dan keputusan (Mill 1990 dalam Turban et al. 2006). Dalam mengerjakan tugas-tugas tersebut diperlukan komponen intelijen.
CONTOH KASUS:
Sistem informasi kesehatan yang sebenarnya dapat
direduksi sebagai sistem informasi kesehatan rutin yang menghasilkan informasi
kesehatan secara reguler dalam periode tertentu serta melalui mekanisme yang
dirancang untuk memenuhi kebutuhan yang direncanakan. Ini berarti sudah
melewati fase transformasi data kesehatan menjadi informasi kesehatan (yang
seringkali diterjemahkan sebagai indikator maupun cakupan untuk memenuhi
kebutuhan program rutin). Akan tetapi, penerapan informatika kesehatan yang
lebih baik tidak hanya akan menghasilkan health information tetapi sudah
menjadi health intelligence. Pengertian health intelligence di sini adalah
informasi kesehatan yang sudah mengalami filterisasi serta proses analisis
berbasis pengetahuan (knowledge base) sehingga dapat memberikan prediksi dan
membantu proses pengambilan keputusan secara lebih baik. Berbagai sumber data
kesehatan yang bersifat non rutin seperti survei maupun kumpulan database
pasien berskala besar (misalnya cancer registry) dapat menjadi sumber health
intelligence.
Ada yang mengatakan bahwa ini dapat dikategorikan sebagai aplikasi pendukung keputusan (decision support systems). Selain itu, aplikasi ini pun dapat memberikan prediksi secara lebih dini sehingga dapat menjadi alat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kesehatan masyarakat. Dalam konteks kesehatan masyarakat, model yang seringkali dirujuk adalah early warning outbreak recognition system (EWORS) yang bertujuan untuk mendeteksi terhadap kejadian luar baisa berdasarkan data sindromik (lihat skema gambar 3). Di rumah sakit, aplikasi health intelligence dapat memberikan alerting terhadap kecurigaan infeksi nosokomial. Secara personal, aplikasi tersebut juga dapat memberikan alerting atau critiquing kepada dokter terhadap keputusan yang ‘mungkin’ tidak sesuai dengan kondisi pasien.
Salah satu isyu penting dalam health intelligence adalah kesiapan terhadap bencana/kedaruratan (emergency preparedness). Jika menilik definisi bencana (disaster) menurut WHO, kita akan menemukan definisi yang menarik. Bencana dapat didefinisikan sebagai setiap kejadian yang menyebabkan kerusakan, gangguan ekologis, hilangnya nyawa manusia atau memburuknya derajat kesehatan atau pelayanan kesehatan pada skala tertentu yang memerlukan respon dari luar masyarakat atau wilayah yang terkena, termasuk kejadian luar biasa (KLB).
Upaya penanggulangan bencana secara umum meliputi 2 hal yaitu, pre-disaster dan post-disaster. Seperti kita ketahui, upaya penanggulangan post disaster akan membutuhkan biaya serta alokasi sumber daya yang sangat besar. Upaya penanggulangan ini akan semakin besar lagi apabila masyarakat dan negara tidak memiliki sistem manajemen pre disaster yang baik. Oleh karena itu saat ini digalakkan penyadaran pentingnya emergency preparedness sebagai suatu program jangka panjang yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas dan kemampuan bangsa untuk me-manage semua jenis bencana serta memulihkan keadaan pasca bencana hingga ke kondisi pengembangan berkelanjuntan.
Pengembangan health intelligence dimulai dengan tersedianya mekanisme yang menjamin ketersediaan data secara dini mengenai faktor risiko secara kontinyu. Selanjutnya, aspek yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah struktur penyimpanan data (database) yang disertai dengan sistem otomatis untuk memfilter serta menganalisis pola atau kecenderungan yang dicurigai. Sehingga, kecerdasan (intelegensia) memahami persoalan kesehatan masyarakat adalah kunci utamanya yang kemudian diterjemahkan ke dalam knowledge base. Teknologi informasi akan memberikan bantuan jika dirancang secara cerdas juga. Namun, jika tidak, sama saja akan menghasilkan fenomena garbage in garbage out.
Kasus. Health intelligence untuk demam berdarah
Demam berdarah hampir selalu menjadi sumber bencana yang terjadi secara berulang di negeri ini. Seringkali, yang menjadi pelaku surveilans adalah media massa. Di sisi lain, beberapa dinas kesehatan kesulitan untuk mengumpulkan data kasus DHF dari rumah-rumah sakit. Sarana kesehatan memang diwajibkan untuk melaporkan pasien DHF. Tetapi surat yang dikirimkan ke dinas kesehatan belum tentu lengkap, disamping sering terlambat. Beberapa dinas kesehatan yang berhasil menjalin kemitraan dengan rumah sakit daerah. Setiap minggu, petugas dari dinas kesehatan mengunjungi rumah sakit untuk mendapatkan data pasien DHF. Tetapi hal yang sama belum tentu bisa dijalankan dengan rumah sakit swasta.
Menurut Anda bagaimana konsep health intelligence dapat diterapkan agar masyarakat dapat mewaspadai secara dini terhadap munculnya kejadian luar biasa? Apa yang perlu dipersiapkan oleh dinas kesehatan, rumah sakit, maupun sektor terkait serta masyarakat secara umum? Apa contoh produk teknologi informasi yang potensial?
Subsistem intelijen sumber daya manusia mengumpulkan data yang berhubungan dengan sumber daya manusia dari lingkungan perusahaan.Elemen lingkungan yang menyediakan data ini meliputi pemerintah,pemasok,serikat kerja,mayarakat global,masyarakat keuangan,dan pesaing.
Ada yang mengatakan bahwa ini dapat dikategorikan sebagai aplikasi pendukung keputusan (decision support systems). Selain itu, aplikasi ini pun dapat memberikan prediksi secara lebih dini sehingga dapat menjadi alat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kesehatan masyarakat. Dalam konteks kesehatan masyarakat, model yang seringkali dirujuk adalah early warning outbreak recognition system (EWORS) yang bertujuan untuk mendeteksi terhadap kejadian luar baisa berdasarkan data sindromik (lihat skema gambar 3). Di rumah sakit, aplikasi health intelligence dapat memberikan alerting terhadap kecurigaan infeksi nosokomial. Secara personal, aplikasi tersebut juga dapat memberikan alerting atau critiquing kepada dokter terhadap keputusan yang ‘mungkin’ tidak sesuai dengan kondisi pasien.
Salah satu isyu penting dalam health intelligence adalah kesiapan terhadap bencana/kedaruratan (emergency preparedness). Jika menilik definisi bencana (disaster) menurut WHO, kita akan menemukan definisi yang menarik. Bencana dapat didefinisikan sebagai setiap kejadian yang menyebabkan kerusakan, gangguan ekologis, hilangnya nyawa manusia atau memburuknya derajat kesehatan atau pelayanan kesehatan pada skala tertentu yang memerlukan respon dari luar masyarakat atau wilayah yang terkena, termasuk kejadian luar biasa (KLB).
Upaya penanggulangan bencana secara umum meliputi 2 hal yaitu, pre-disaster dan post-disaster. Seperti kita ketahui, upaya penanggulangan post disaster akan membutuhkan biaya serta alokasi sumber daya yang sangat besar. Upaya penanggulangan ini akan semakin besar lagi apabila masyarakat dan negara tidak memiliki sistem manajemen pre disaster yang baik. Oleh karena itu saat ini digalakkan penyadaran pentingnya emergency preparedness sebagai suatu program jangka panjang yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas dan kemampuan bangsa untuk me-manage semua jenis bencana serta memulihkan keadaan pasca bencana hingga ke kondisi pengembangan berkelanjuntan.
Pengembangan health intelligence dimulai dengan tersedianya mekanisme yang menjamin ketersediaan data secara dini mengenai faktor risiko secara kontinyu. Selanjutnya, aspek yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah struktur penyimpanan data (database) yang disertai dengan sistem otomatis untuk memfilter serta menganalisis pola atau kecenderungan yang dicurigai. Sehingga, kecerdasan (intelegensia) memahami persoalan kesehatan masyarakat adalah kunci utamanya yang kemudian diterjemahkan ke dalam knowledge base. Teknologi informasi akan memberikan bantuan jika dirancang secara cerdas juga. Namun, jika tidak, sama saja akan menghasilkan fenomena garbage in garbage out.
Kasus. Health intelligence untuk demam berdarah
Demam berdarah hampir selalu menjadi sumber bencana yang terjadi secara berulang di negeri ini. Seringkali, yang menjadi pelaku surveilans adalah media massa. Di sisi lain, beberapa dinas kesehatan kesulitan untuk mengumpulkan data kasus DHF dari rumah-rumah sakit. Sarana kesehatan memang diwajibkan untuk melaporkan pasien DHF. Tetapi surat yang dikirimkan ke dinas kesehatan belum tentu lengkap, disamping sering terlambat. Beberapa dinas kesehatan yang berhasil menjalin kemitraan dengan rumah sakit daerah. Setiap minggu, petugas dari dinas kesehatan mengunjungi rumah sakit untuk mendapatkan data pasien DHF. Tetapi hal yang sama belum tentu bisa dijalankan dengan rumah sakit swasta.
Menurut Anda bagaimana konsep health intelligence dapat diterapkan agar masyarakat dapat mewaspadai secara dini terhadap munculnya kejadian luar biasa? Apa yang perlu dipersiapkan oleh dinas kesehatan, rumah sakit, maupun sektor terkait serta masyarakat secara umum? Apa contoh produk teknologi informasi yang potensial?
Subsistem intelijen sumber daya manusia mengumpulkan data yang berhubungan dengan sumber daya manusia dari lingkungan perusahaan.Elemen lingkungan yang menyediakan data ini meliputi pemerintah,pemasok,serikat kerja,mayarakat global,masyarakat keuangan,dan pesaing.
1.
Intelijen
Pemerintah,pemerintah
menyediakan data dan informasi yang membantu perusahaan mengikuti berbagai
peraturan ketenagakerjaan.
2.
Intelijen
Pemasok,mencangkup perusahaan
seperti perusahan asuransi,yang memberikan employee benefit,dan lembaga
penempatan lulusan universitas serta agen tenaga kerja,yang berfungsi sebagai
sumber pegawai baru
3.
Intelijen
Serikat Pekerja,serikat
pekerja memberikan data dan informasi yang digunakan dalam mengatu kontrak
kerja antara serikat pekerja dan perusahaan.
4.
Intelijen
Masyarakat Global,masyarakat
global menyediakan informasi yang menjelaskan sumber daya lokal seperti
perumahan,pendidikan dan rekreasi.Informasi ini digunakan untuk merekrut
pegawai dalam skala lokal,nasional dan internasional,dan untuk mengintegrasikan
pegawai yang ada ke dalam komunitas lokalnya.
5.
Intelijen
Masyarakat Keuangan,memberikan
data dan informasi ekonomi yang digunakan dalam perencanaan personil.
6.
Intelijen Pesaing,Beberapa perusahaan memandang pesaing mereka sebagai
sumber pegawai baru yang baik,dan mengumpulkan informasi mengenai praktek
personalia pesaing,dan mungkin informasi perorangan yang berpotensi untuk
direkrut.
Sumber – sumber Sistem Informasi Manajemen Inteijen
Untuk
mendapatkan keterangan yang tepat bagi manajer maka diperlukan taktik dan
tekhnik dalam pengumpulan keterangan yang tepat. Taktik dan tekhnik yang
digunakan dapat dengan cara terbuka atau tertutup maupun kombinasi yang
disesuaikan dengan keadaan sasaran dan akses terhadap sasaran. Taktik yang
digunakan dalam penyelidikan yaitu observasi dan penelitian sedangkan tekhnik
penyelidikan meliputi matbar, wawancara, interogasi, penjejakan,
penyurupan,pengintaian,penyadapan.
Sumber
keterangan bisa berasal dari satuan sendiri maupun diluar satuan sendiri yang
berpedoman kepada nilai kepercayaan terhadap sumber keterangan maupun nilai
kebenaran bahan keterangan yang dimiliki.
Definisi Intelijen bisnis :
Makhluk dengan Berbagai Wujud
Intelijen kompetitif meliputi pengambilalihan informasi dan pengumpulan
informasi secara legal, analisis, dan penyajian informasi intelijen. Ada
perbedaan krusial antara intelijen dengan spionase industri, yaitu pada
pertimbangan etis dan legal. Namun dalam kenyataanya, masih banyak orang yang
salah tafsir dan berprasangka buruk terhadap intelijen. Ini terjadi karena
kosakata intelijen sendiri memiliki arti yang luas dan setiap negara akan
mendefinisikan intelijen dalam terms sesuai dengan standar etis yang
berlaku di negara tersebut. Ini merupakan hal yang perlu diperhatikan oleh
individu yang berkecimpung dalam unit intelijen sebuah organisasi bahwa setiap
negara mempunyai standar etis yang berbeda dan kadang bertentangan dengan
standar etis yang diterapkan dalam organisasi.
Intelijen kompetitif juga didefinisikan sebagai program sistematik untuk
mengumpulkan dan menganalisa informasi tentang kegiatan para pesaing dan
kecenderungan-kecenderungan bisnis umum untuk mewujudkan tujuan perusahaan.
Dengan demikian dalam intelijen bisnis mengandung unsur sebagai berikut :
·
program sistematik
·
pengumpulan data
·
analisis informasi
·
aktifitas aktifitas bisnis
·
adanya tujuan strategis yang
hendak dicapai
Definisi ini terdengar lebih etis dan legal, meski pada prakteknya
diketahui beberapa perusahaan yang melakukan praktek pelanggaran hukum dalam
mengumpulkan informasi tentang kegiatan pesaingpencurian informasi,
penyadapan, perampokan kantor dan penyuapan dan ini berarti telah berubah dari
intelijen ke spionase industri.
Definisi yang lain menyatakan intelijen kompetitif sebagai sebuah program :
"Program Intelijen Kompetitif merupakan pondasi dimana sasaran, strategi
dari sebuah organisasi dibangun dan dimodifikasi. Intelijen kompetitif
menyediakan input terhadap keputusan produk mana, pasar dan jalur bisnis yang
akan ditanami investasi dan dibangun, bagaimana membangun kerjasama, dan juga
yang mana yang akan didivestasi".
Dari tiga definisi diatas maka
proses intelijen kompetitif semua memiliki elemen elemen yang sama. Elemen
elemen tersebut adalah :
·
Memfokuskan pada industri dan
membuat profil pesaing.
·
Pengumpulan data menjadi
intelijen, diorganisasi dan dievaluasi untuk menyediakan pandangan baru terhadap
kompetisi.
·
Setiap anggota organisasi adalah
bagian dari intelijen kompetitif, sebagai antena, meskipun tidak diberi tanggung
jawab secara formal.
·
Merupakan proses dari
mer.gumpulkan, menganalisa dan menggunakan data umum (public) yang
tersedia yang dzperoleh dengan legal dan etis. Dan bukan merupakan spionase
industri.
Dengan semakin tingginya tingkat kesadaran hukum serta kerasnya sanksi yang
diterima oleh perusahaan yang melakukan praktek spionase industri maka
kebanyakan perusahaan melakukan praktek intelijen kompetitifnya dengan etis dan
legal. Informasi yang diperlukan dalam intelijen kompetitif sendiri sebenarnya
sudah tersedia, hanya tinggal mencarinya.
Sumber dan
Unsur Pokok Sistem Informasi Intelejen
Sistem Intelejen dapat memberikan banyak
keuntungan bagi suatu perusahaan atau lembaga. Sekarang ini tidak hanya
perusahaan besar yang memiliki sistem intelejen banyak perusahaan kecil yang
juga mempunyai.
Sumber dalam
Informasi Intelejen :
1.
Lembaga Pemerintah
Keterangan yang dapat diperoleh dari lembaga
pemerintah dapat berupa naskah, barang dan kegiatan missal penggerebekan,
pengepungan, dll.
2.
Asosiasi
Perdagangan Industri
Dalam dunia perdagangan industry terkadang
berjuta-juta informasi yang dapat diperoleh sehingga menjadi salah satu sumber
bagi sistem informasi intelejen.
3.
Perusahaan riset
pasar swasta
Merupakan salah satu dari sumber untuk sistem
informais manajemen karena perusahaan riset pasar swasta dapat memberikan
informasi – informasi yang dibutuhkan.
4.
Media massa
Media massa yang dimaksud bisa berupa Kaset,
disket, film, laporan-laporan dll.
5.
Kajian khusus yang
dilakukan organisasi
Kajian yang dimaksud seperti HMI, FPI, MMI atau
nama organisasi terkait dengan hal yang diselidiki.
Unsur pokok dalam Sistem Informasi Intelejen :
1.
Profil keperluan
informasi dari manajer
2.
Sistem penggalian
informasi manajemen
3.
Sistem pengkodean
dan penyimpanan.
4.
Sistem analisis
data
5.
Kajian khusus
6.
Sistem pelaporan
7.
Pedoman
penghapusan data.
Penerapan
Sistem Informasi intelejen
Dalam melaksanakan kegiatan yang bersifat
pengumpulan bahan keterangan, maka diperlukan wujud kesatuan yang mampu
mengelola segala sumber daya yang ada, sehingga manifestasinya berupa sebuah
organisasi yang mampu mengelola setiap unsurnya, yaitu manusia, metode dan
material serta anggaran. Dengan demikian dapat diwujudkan dengan membentuk
organisasi yang mampu menyelenggarakan tugas – tugas intelijen secara
profesional.
Contoh:
·
POLRI (Kepolisian
Negara Republik Indonesia)
·
POLRI mempunyai
Badan Intelijen Keamanan (BIK POLRI) yang mempunyai core kegiatan aspek
keamanan,
·
TNI (Tentara
Nasional Republik Indonesia)
·
TNI mempunyai
Badan Intelijen Strategis (BAIS TNI) yang mempunyai core kegiatan aspek
pertahanan.
·
Begitu pula dengan
lembaga intelijen di departemen lain sesuai dengan aspek masing – masing.
·
Kajian Intelijen
Strategis Universitas Indonesia (Post Graduate / Pasca Sarjana / S2) Dipersiapkan
untuk mencetak ahli / pakar intelijen secara strategis.
Keuntungan
Sistem Informasi Intelejen
Sistem intelijen dapat memberikan banyak
keuntungan bagi suatu perusahaan atau lembaga. Sekarang ini tidak hanya
perusahaan besar yang memiliki sistem intelijen banyak perusahaan kecil yang
juga mempunyainya.
Sistem Intelijen mempunyai keuntungan yang satu
dengan yang lainnya tidak dapat dipisahkan yakni:
·
peran intelijen
sebagai pengetahuan/bahan keterangan yaitu bahan keterangan yang sudah diolah
untuk disajikan kepada pimpinan atau manajer, sehingga dapat mengambil
keputusan yang tepat bagi organisasi/satuan.
·
peran Intelijen
sebagai kegiatan yaitu segala usaha, pekerjaan, kegiatan dan tindakan dibidang
intelijen meliputi perencanaan, persiapan dan pelaksanaan kegiatan
penyelidikan, pengamanan dan penggalangan dalam rangka pelaksanaan fungsi
intelijen.
·
peran intelijen
sebagi badan/organisasi yaitu satuan/organisasi intelijen yang disusun,
dilengkapi dan dibekali secara khusus untuk pelaksanaan dan penyelenggaraan
intelijen dalam rangka mendukung tujuan.
·
peran intelijen
bagi manajer untuk memperoleh informasi sehari-hari mengenai perkembangan yang
berkaitan dengan lingkungan pemasaran.
BAB III
PENUTUPAN
·
Kesimpulan
Sistem informasi intelijen secara otomatis bertugas
mencari dan menganalisis informasi tentang lingkungan sosial, politik, hukum,
peraturan perundangan dan ekonomi dari satu atau lebih negara disamping juga
tentang kesehatan dan prospek masa depan industri dimana perusahaan
bersangkutan merupakan bagian didalamnya serta juga tentang pesaingnya.
Sumber dalam Informasi Intelejen yaitu lembaga
pemerintah, asosiasi perdagangan industry, perusahaan riset pasar swasta, media
massa dan kajian khusus yang dilakukan organisasi. Adapun unsur pokok yang
membentuk Sistem Infromasi Intelejen seperti profil keperluan informasi dari
manajer, sistem penggalian informasi manajemen, sistem pengkodean dan
penyimpanan, sistem analisis data, kajian khusus, sistem pelaporan dan pedoman
penghapusan data.
Sistem Intelejen dapat memberikan banyak
keuntungan bagi suatu perusahaan atau lembaga. Sekarang ini tidak hanya
perusahaan besar yang memiliki sistem intelejen banyak perusahaan kecil yang
juga mempunyai.
·
Saran
Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna,
kedepannya penulis akan lebih fokus dan details dalam menjelaskan tentang
makalah di atas dengan sumber - sumber yang lebih banyak yang tentunya dapat di
pertanggung jawabkan.
DAFTAR PUSTAKA
http://belajartanpabuku.blogspot.co.id/2013/03/sistem-informasi-intelijen.html
https://felix3utama.wordpress.com/tag/definisi-sistem-informasi-manajemen/
Komentar
Posting Komentar